Sunday, February 8, 2015

[EVENT REPORT] Journalism Extended at Bentara Budaya Jakarta - KOMPAS


Hi!

Being a journalist is so much fun, of course if you love travelling to a place you've never been before. But, not as simple as that, you have to love writing, do extreme actions and make friends easily. The last reason, hmm.. kinda not suitable for me. Let's not talk about it.

Okay, so umm I attended the Journalism Extended by Kompas MuDA at Bentara Budaya Jakarta. Which is wrapped in a discussion atmosphere. We mostly talked about the modern journalism-infographics from the book "Indonesia Dalam Infografik" and visuals from "UNPUBLISHED".

You can check my latest article about it at --> HERE ofc if it's already up!

The discussion is so much fun, sharing times, Q&A's, and coffee breaks. They really well-prepared for this. The room is so homey with lots of cute cushions everywhere. Then, in my 'starving-mood'-raging uncontrollably for having a dinner, all of a sudden something attracted me. WHAT IS IT? A visitation to the Kompas' Editorial Office. WOOHOO! I love creative cubicles, condusive environment where everyone is quietly do their jobs, 'click-click' sound and whatsoever.

Let's take a look!


pardon my belongings -____-v
credits to twitter

credits to print.kompas






AND HOW TO GET THERE:

Like I always do, I took Transjakarta to Bentara Budaya Jakarta that actually behind Kompas Gramedia Office Tower-Palmerah. What a huge block. There are 3 offices of Kompas there.


APTB-TRANSJAKARTA-KALIDERES CIKARANG
From Kalideres to Slipi Petamburan (cost : IDR 5000)
Then, you have to cross the street with their overpass, took the 'mikrolet' 09/11 I forgot sorry to Kompas Gramedia Office.
You need to exit from their postern (a back entrance), then you walk along the sidewalk till you find another building, turn left (not the alley), and you'll find Bentara Budaya Jakarta, which is across that building. Or you can ask the security.

TRANSJAKARTA USUAL BUS
You need a route from Kalideres-Harmoni, then transit at Grogol 2, use the overpass to Grogol 1. Take a bus that route to Slipi Petamburan. (cost : IDR 3500).
Then, you have to cross the street with their overpass, took the 'mikrolet' 09/11 I forgot sorry to Kompas Gramedia Office.
You need to exit from their postern (a back entrance), then you walk along the sidewalk till you find another building, turn left (not the alley), and you'll find Bentara Budaya Jakarta, which is across that building. Or you can ask the security.

keyword : Journalism Extended-Kompas , Transjakarta Bentara Budaya Jakarta, Transjakarta Kompas Gramedia.


so long,
Janice

Thursday, January 8, 2015

One Fine Day

Hi!

Maybe this is the happiest thing to done a take home assignment. Hahahah.
Cause I find sometimes it's boring to do a job all alone in your room. I kinda like going somewhere,
or just chillin out even if I have to done some of my assignments.

Then, out of nowhere, my mate asked to do it outside the base camp which is her house.
And we ended up at Baywalk Mall. Gosh! It's pretty :) I love the ocean view here. Also there's
a famous BDuck Gigantic Statue, but sorry I can't snap it due to it's not the right time to visit it.
Errgh.

Exactly the three of us, choose a nice atmosphere at food lounge, reserved the 8 capacity table and
started to messing it up! HAHAHAH :D It's really quiet and no one bother. So, we spent almost 3
hours there.

Thanks mates, you've made my day!

@kkuldak taking a small lunch (me-left and my friend's trying to do the #handsinframe)




our messed up table



xoxo,
Janice

Wednesday, December 31, 2014

WooHoo! 2015!

Hi, there :)

It's the last day of 2014, and I'm staying at home. We decided to not go anywhere since the weather
is really frightening. Deep condolences for the victims of Air Asia QZ 8501 along with the family
left behind. God always with you guys :'( Also, still pray for MH 370, Adam Air, and others
airplane's crashes that sooner or later someone find the bright spot of the tragedies.

To review this year, I'm not going to share it with you. Since it's a very confidential stuffs, at least
for me. But, I thank God for the ups and downs in 2014. Thanks for every graces that You already
gave to me and of course my families and relatives. Thanks for the lessons You taught me. Thanks
for the several heartbreaks (this one is so unnecessary) that really opened my mind. And another
thanks that I couldn't remember one by one but I know you knew.

I don't know what picture should I post here? HAHAHA. Ehm, okay I'm gonna post my 2014
Instagram post rite? Hope that you don't mind.

For every loyal followers and readers, I thank you SO MUCH! May 2015 we could post as much
as we can! God bless us always :)




xoxo,
Janice

Sunday, November 30, 2014

Sekilas tentang Pasar Seni ITB 2014

Hai :) Kembali lagi bersama saya.

Kali ini, post tentang Pasar Seni ITB 2014, maaf ya bagi pembaca yang mungkin berasal dari luar
Indonesia (yakin banget?) kalian harus men-translate page ini. Dikarenakan, bahasa Inggris jauh dari
sempurna, jadi, lebih baik ditulis dalam bahasa ibu saya sendiri. Bahasa Indonesia.





Pasar Seni ITB dimulai dan hanya 1 hari pada tanggal 23 November 2014. Saya berpikir, dengan dekor
yang begitu sukses, meriah, bagus, detail dan tidak dikerjakan dalam semalam itu, bisa-bisanya
hanya diadakan dalam 1 hari? Ketika saya membahas ini kepada partner jurnalis saya, dia hanya
berkata : "Lagipula, kemungkinan besar, kalau 2 hari, hari ke 2 gak bakalan sepenuh ini." Dan saya
hanya mengangguk mengiyakan. Ya, saya ditugaskan kesana sebagai jurnalis dari majalah Seni &
Desain, Masterpiece-Universitas Multimedia Nusantara.




Begitu tiba, disambut dengan 3/4 pilar yang dihasilkan dari balok-balok kayu garapan Gebrang Wudi.
Kemudian, pameran-pameran kecil di luarnya, yang saya tangkap ada gambar bapak Jokowi yang
menarik perhatian. Masuk ke dalamnya, ada begitu banyak sekali karya-karya yang dipajang, dalam
berbagai warna dan bentuk. Salah satunya yang paling mengesankan saya adalah instalasi T-Rex
yang dibuat dari seng berkarat yang menjulang setinggi kuranglebih 5 meter dan ADA YANG
MEMBELINYA!




Sekitar kurang lebih 5 galeri, 12 wahana permainan, 373 stand pop up store, 9 performance, dan lebih
dari 50 seniman. Pasar Seni ITB 2014 sendiri membuat aplikasi khusus yang dapat didownload bagi
para pengguna Android dan iOS yaitu MATA-MATA di dalamnya ada Augmented Reality juga.
Sungguh mengesankan! Bapak Ridwan Kamil juga turut hadir dalam Pasar Seni ITB 2014 kali ini.

Acara dibuka dengan tarian kontemporer tentang "Aku, Kita, Semesta" sebagai TEMA BESAR
dalam Pasar Seni ITB 2014 kali ini. Melihat ke-individualitasan manusia dalam mengorek hasil kerja
keras alam tanpa mau balas mengurusnya.






Semakin siang semakin ramai pengunjung dan semakin sulit jalan. Sungguh ramai Pasar Seni ITB,
Karena saya baru tahu bahwa acara ini diadakan tiap 4 tahun sekali. Betapa berharganya untuk di-
lewatkan bukan? Siapapun, dari kalangan manapun, boleh masuk dan melihat-lihat luasnya kampus
ternama di Indonesia ini dalam balutan karya-karya kontemporer dan modern.









Jadi, apakah gebrakan baru dalam seni di Pasar Seni ITB 2018? Hanya Tuhan yang tahu :')

*PS: maaf jika post ini berantakan. Karena kan, bukan untuk formalitas, jadi ya saya tulis begini.
dan fotonya kurang memuaskan, karena ramai, dan sempat hujan, dan saya harus pulang cepat,
saya jadi kurang tertarik untuk kembali berdesakkan dengan manusia-manusia lain. #jurnalismacamapa.


Terimakasih Tuhan dan Masterpiece Magz atas kesempatan yang diberikan untuk mengunjungi ITB dalam 20 tahun
hidup saya :) HAHAHAH.


Ini team kami-Masterpiece Magz



xoxo,
Janice

Saturday, November 1, 2014

[EVENT REPORT] TYPOTOPIA

Hello, there! Gonna spread some news from Typotopia the Indonesia-Korea Bonding Project :)
Since my English isn't that great, I'm gonna report in Bahasa. Pardon me!





           Sebagai bagian dari Festival Korea-Indonesia pada bulan Oktober 2014 Center for Art and Community Management Surya University dengan bangga mempersembahkan TYPOTOPIA, Pameran Seni Instalasi & Media Korea-Indonesia ke-2 ini di Mal Lotte Shopping Avenue dari tanggal 8 Oktober 2014-31 Oktober 2014 yang sebelumnya diadakan di Galeri Nasional atau Galeri Salihara di Jakarta. Acara ini  diselenggarakan atas kerjasama antara Kedutaan Besar Republik Korea dan Galeri Nasional Indonesia yang menampilkan karya 13 seniman dari Korea dan Indonesia dengan curator dari Arcolabs-Surya University. Tujuannya ialah untuk menunjukkan pembangunan bersama budaya Indonesia dan Korea melalui pertukaran dan perayaan kedua budaya dalam ranah publik. “Diadain di Mal itu karena tujuan seni rupa di Indonesia sekarang adalah untuk mengenalkan kepada masyarakat luas juga, gak hanya kepada kalangan penikmat seni saja yang biasanya dateng kalo diadain di Galeri Nasional.” Begitu kata Ima, selaku volunteer dari komunitas Serrum-UNJ, yang bertugas di event Typotopia ini. Pengunjung juga terlihat antusias selama kurang lebih 3 minggu ini, karena menariknya berbagai macam media interaktif yang dapat langsung dicoba oleh para pengunjung, TYPOTOPIA juga menyelenggarakan acara workshop dan tur pameran dengan 13 seniman dan curator dari Arcolabs Surya University yaitu Bapak Aditya Pratomo dan Mrs. Jeong Ok Jeon sambil membicarakan konsep dari acara ini dan konsep karya yang telah dipamerkan. Antusiasme pengunjung terlihat ketika mereka mulai tertarik untuk berinteraksi dengan media interaktif yang ada. “Banyak banget, dan terlihat antusias. Ada orang tua juga, anak-anak, remaja. Semuanya kelihatan senang. Ada yang foto-foto atau main-main sama pamerannya.”

Alpha Bit by Kim Yong Kwan-2014

            Pameran ini cukup ramai karena diletakkan persis setelah pintu masuk Selatan dari Mal Lotte Shopping Avenue ini. Sehingga setiap pengunjung yang masuk, akan langsung melihat pameran ini sebelum mereka pergi ke tempat tujuan mereka. Menariknya, karena pameran ini ada berbagai macam seni instalasi yang dapat langsung berinteraksi dengan pengunjung, maka, pengunjung tertarik untuk mencobanya. Tujuannya adalah, supaya pengunjung juga bisa berinteraksi langsung dengan seni yang selama ini sangat ‘tertutup’ bagi mereka yang bukan penikmat seni. “Supaya lebih variatif dan ada penjelasan sedikit kali ya di tiap karyanya. Karena kan ini diselenggarakan di public yang gak gitu ngerti seni, jadi ya mungkin harapannya di pameran selanjutnya, ada introduction aja sedikit.” Ujar Gladys, mahasiswa Lasalle College Indonesia yang mengunjungi pameran ini.

Menata Kata Kota- Ramadhani Kurniawan 2013


S+G-Yasser Rizky 2014

Pameran ini bertemakan Tipografi + SeniTipografi + Teknologi, Tipografi + Permainan.

Pameran Seni Instalasi Media Korea-Indonesia ke-2
TYPOTOPIA
8 – 31 Oktober 2014
10:00 – 22:00 WIB
Lotte Shopping Avenue
West Entrance Ground Floor
Kurator: ARCOLABS
Seniman: Adityo Pratomo, Ahn Sang-soo (안상수), Bujangan Urban, Choi Seung Joon (최승준), Heo Chang Bong (허창봉), Kim Yong Kwan (김용관), Narpati Awangga a.k.a Oomleo, Ramadhani Kurniawan, Song Joo Myoung (송주명), Syaiful Aulia Garibaldi, Tangsel Creative Foundation, Terra Bajraghosa, Yasser Rizky.

Sumber lain-lain :



xoxo,
Janice-MPC (UMN) Journalist

Pageviews

Janice Angelica Liando. Powered by Blogger.